Observatorium Bosscha, Wisata Sejarah Perkebunan Teh Malabar di Bandung Observatorium Bosscha, Wisata Sejarah Perkebunan Teh Malabar di Bandung

Ada yang tahu dengan tempat wisata Bandung yang satu ini Observatorium Bosscha? Mungkin kalau orang Bandung pasti sudah tahu dengan tempat ini. Observatorium Bosscha merupakan rumah tinggal miliki Karel Albert Rudolf Bosscha yang mendirikan tempat Peneropongan Bintang Bosscha yang hidup di Bandung dari tahun 1887 hingga 1928.

Wisata Bandung - Peneropongan Bintang Peninggalan Bosscha
Wisata Bandung РPeneropongan Bintang Peninggalan Bosscha via instagram.com/deni_ferdiansyah17

Beliau adalah seorang Belanda yang kaya raya dan sangat dermawan. Dia datang ke Indonesia dengan berlayar dari Belanda ke Jawa pada usianya 22 tahun. Setelah tiba di Indonesia, dia bekerja di perkebunan teh miliki panamnya. Hingga pada akhirnya di tahun 1896, Bosscha membangun perkebunan teh milikinya sendiri di daerah Malabar, Pangalengan, Bandung Selatan yang diberi nama Perkebunan Teh Malabar.

Selama 32 tahun ia menjadi pengelola, ia bisa memiliki 2 pabrik teh dengan kualitas yang dapat bersaing di pasar internasional. Dari hasil perkebunan teh miliknya, ia menyumbangkan dana ke berbagai yayasa pendidikan di sekitar Bandung dan membuat peneropongan bintang yang menjadi cita – citanya.

Wisata Bandung - Rumah Bosscha
Wisata Bandung РRumah Bosscha via instagram.com/chiq59

Bersama kolega, ia berhasil membangun sebuah tempat peneropongan bintang pada tahun 1928. Sayangnya pada 26 November 1926 ia menginggal sebelum dapat melihat bintang. Sehingga sekarang ini menjadi tempat wisata sejarah di Bandung. Rumah Bosscha yang berada di kawasan Argowisata Unit Malabar PT Perkebunan Nusantara ini memiliki perakangan yang sangat luas dan suhu udara di sana sangat sejuk karena berada di ketinggian 1550 mdpl.

Arsitektur rumah Bosscha ini kentang dengan gaya bangunan khas Belanda. Dan semua furniture yang ada di rumah ini merupakan asli peninggalan Meneer Bosscha dari abad 18 hingga 19. Semuanya masih terawat dengan baik termasuk juga piano tua yang ada di dalam rumah tersebut. Jika kamu ingin berwisata sejarah di kebun teh ini kamu bisa menuju ke Terminal Pangalengan yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari pusat Kota Bandung, kemudian dilanjutkan ke Perkebunan Teh Malabar kira – kira butuh waktu 22 menit hingga sampai di kebun teh. Sedangkan harga tiket masuk Kebun Teh Malabar ini gratis dan buka dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore.

Leave a reply:

Site Footer

Sliding Sidebar