Loenpia Semarang Gang Lombok, Ikon Kuliner Semarang Berusia Ratusan Tahun. Kedan Lumpia di Semarang yang tersohor.

Kuliner yang terdiri dari lembaran tipis gandum yang dijadikan sebagai pembungkus dan isian yang terdiri dari beberapa isian seperti rebung, telur, sayuran segar, atau daging, tak lain dan tak bukan adalah Lumpia. Yap, lumpia merupakan salah satu kuliner Semarang yang melegenda dan sudah menjamur di berbagai wilayah Indonesia. Banyaknya tempat yang menjajakan lumpia membuat hidangan ini tidak susah untuk dicari. Karena Semarang terkenal akan hidangan lumpianya, disini kamu bisa menemukan kedai yang menjajakan lumpia tertua yaitu Loenpia Semarang Gang ombok No. 11.

Loenpia Semarang Gang Lombok No. 11 ini dekat dengan Klenteng Tay Kak Sie yang tersohor karena kisah Ceng Ho. Kedai ini buka sejak pukul 08.00- 17.00 WIB. Kedai yang berukuran tidak terlalu besar ini nyatanya sudah berusia ratusan tahun dengan empat generasi. Purnomo Usodo atau akrab disapa Untung, merupakan generasi ke empat yang mengelola kedai ini dan ia telah berusia 50 tahunan keatas.

Loenpia Semarang Via Instagram/unik_rhy

Walaupun sudah berdiri lebih dari satu abad, suasana kedai terasa sangat ramai dan riuh. Pukul 08.00 pagi pun, para pelanggan sudah ada yang mulai berdatangan, apalagi ketika jam makan siang. Banyak dari wisatawan yang berkunjung kesini untuk mencicipi hidangan lumpia. Selain makan ditempat, banyak juga dari pelanggan yang membawa pulang hidangan tersebut.

Beberapa hidangan lumpia yang disajikan seperti lumpia ayam dan juga udang. Jika ingin menikmati satu porsinya, kamu juga harus sabar dalam mengantri. Salah satu yang menjadi favorit adalah lumpia rasa udang. Dengan ukuran yang terlihat cukup besar, teksturnya terasa padat sehingga ketika dibelah rasanya akan semakin menyeruak. Selain itu, kulitnya juga tersa renyah dan membuat banyak pelanggan yang ketagihan. Tambahan saus yang sedikit manis dan acar dengan rasa yang asam, menambah hidangan semakin segar dan seimbang dengan rasa lumpia yang gurih. Penambahan bawang merah juga membuat aroma semakin lezat dan menambah cita rasa yang khas.

Lumpia disini berbeda dari yang lain, kamu tidak akan menemukan rasa amis di dalam hidangan. Rasa amis ini juga kadang menjadi alasan bagi para penikmat kuliner untuk enggan mencicipi lumpia. Rasa amis berasal dari proses pencucian rebung yang tidak bersih dan juga menggunakan rempah yang tidak berkualitas untuk dimasak. Loenpia Semarang Gang Lombok No. 11 hanya menggunakan rempah yang berkualitas, rebung yang bersih, dan juga pengolahan yang tepat, sehingga hidangan bertahan lebih lama dan tidak berbau amis.

Loenpia Semarang Via Instagram/Dokter_pew

Karena kedai ini sudah lama berdiri, keasliannya juga masih terjaga hingga kini. Untuk membuatnya masih dilakukan secara tradisional dan bumbunya pun tidak banyak berubah. Kedai yang berukuran empat kali lima meter persegi ini banyak terpampang berbagai penghargaan dari berbagai pihak. Diantaranya dari Pemerintah Kota Semarang, Universitas Diponegoro, Trip Advisor, dan juga Idea Life.

Jika kamu ingin membawa untuk oleh-oleh, kamu bisa memilih lumpia goreng yang akan bertahan hingga tiga hari dan juga lumpia basah yang hanya tahan selama 24 jam saja dan tentu saja aman bagi kesehatan karena tidak mengandung bahan pengawet. Satu buah lumpia yang legendaris dan lezat ini dihargai sekitar Rp. 15.000,-.

Kalau berkunjung ke Semarang, wajib banget untuk dating ke Kedai Loenpia Gang Lombok No. 11 ini karena mereka tidak membuka cabang di kota manapun yang artinya hanya ada satu di Kota Semarang.

Leave a reply:

Site Footer

Sliding Sidebar